Kenali Sinyal Tubuh Saat Nutrisi Harian Tak Terpenuhi

Penulis: Anisa Wahyuni
Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:04:00 WIB

Sebagai ibu, kita sering mengutamakan kebutuhan keluarga di atas diri sendiri. Tanpa sadar, kita mungkin melewatkan makan atau hanya mengonsumsi camilan instan. Padahal, tubuh punya cara sendiri untuk memberi tahu bahwa nutrisinya tidak cukup. Sayangnya, sinyal ini sering diabaikan karena dianggap sepele.

Lelah yang Tak Kunjung Hilang

Merasa lelah meski sudah tidur cukup? Ini bisa jadi alarm pertama. Tubuh membutuhkan kalori untuk menghasilkan energi. Saat asupan makanan kurang, kadar gula darah menurun, membuat kita lesu, sulit fokus, dan mudah mengantuk. Ahli gizi McKel Kooienga menjelaskan, tubuh yang kekurangan bahan bakar akan terasa lamban. Kekurangan zat besi dan vitamin B juga sering menjadi penyebab energi yang terus terkuras.

Rambut Rontok dan Kulit Kusam

Pernah melihat banyak rambut tertinggal di sisir? Jangan langsung panik, tapi waspadai. Tubuh yang kekurangan nutrisi akan memprioritaskan organ vital seperti jantung dan otak, sehingga rambut, kulit, dan kuku menjadi 'korban'. Penelitian tahun 2013 menemukan bahwa kekurangan protein, mineral, dan vitamin bisa memicu kerontokan rambut. Kulit pun bisa terlihat kusam, kering, atau mudah robek akibat malnutrisi.

Mudah Sakit dan Sistem Imun Menurun

Sering pilek atau batuk? Sistem imun butuh asupan gizi yang cukup untuk bertahan. Jika tubuh kekurangan energi, daya tahan tubuh ikut melemah. Kulit yang mudah terluka atau lambat sembuh juga bisa menjadi indikator bahwa tubuh kekurangan nutrisi penting.

Gangguan Siklus Menstruasi

Bagi perempuan, siklus menstruasi yang tidak teratur atau bahkan berhenti bisa menjadi tanda serius. Ketika kalori tidak mencukupi, otak mengirim sinyal yang mengganggu hormon reproduksi. Sebuah studi tahun 2022 menunjukkan bahwa makan terlalu sedikit dapat menurunkan hormon reproduksi dan mengganggu fungsi reproduksi. Jika ini terjadi, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Mood Swing dan Sulit Berpikir Jernih

Kurang makan juga memengaruhi suasana hati. Lapar berkepanjangan membuat kita mudah marah, tersinggung, dan sulit berkonsentrasi. Ini karena hormon stres meningkat saat tubuh kekurangan energi. Brain fog atau pikiran berkabut juga sering dialami. Jadi, kalau tiba-tiba merasa bad mood, coba ingat kapan terakhir kali makan.

Perhatikan Sinyal Lapar yang Unik

Rasa lapar tidak selalu berupa perut keroncongan. Bisa jadi kita terus memikirkan makanan, merasa pusing, atau bahkan mual. Setiap orang punya sinyal lapar yang berbeda. Namun, jika kita sudah terbiasa menahan lapar, kita bisa kehilangan kepekaan terhadap sinyal ini. Ini sering terjadi pada mereka yang punya riwayat diet ketat atau gangguan makan.

Kapan Harus Mencari Bantuan?

Jika kamu merasa terus-menerus cemas tentang makanan atau berat badan, atau merasa bersalah setiap kali makan, ini bisa jadi tanda hubungan yang tidak sehat dengan makanan. Mengubah kebiasaan ini tidak mudah. Membangun kembali pola makan yang sehat seringkali membutuhkan bantuan profesional, seperti terapis dan ahli gizi. Jangan ragu untuk meminta bantuan.

Kekurangan asupan makanan seringkali tidak disadari. Gejalanya bisa muncul dalam kombinasi yang membingungkan. Jika kamu mengenali beberapa tanda di atas pada dirimu, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Tubuhmu layak mendapatkan perawatan yang baik.

Reporter: Anisa Wahyuni